Integrasi Budaya Jawa dan Melayu dalam Praktik Jujuran Pernikahan pada Masyarakat Desa Sungai Kayu, Jambi

Authors

  • Agus Setiawan Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

DOI:

https://doi.org/10.21154/antologihukum.v5i2.5432

Keywords:

culture, integration, interlegality, jujuran, marriage

Abstract

This research departs from the practice of jujuran marriage from the integration of Malay culture to Javanese culture that occurs in Sungai Kayu Aro Village, Senyerang District, Jambi Province. The purpose of this study is to find out how Javanese and Malay communities manage interactions in the practice of jujuran marriage and the dynamics of the integration of honesty marriage traditions in the Sungai Kayu Aro Village community in the perspective of legal interlegality. This type of research is field research, qualitative research methods, with a legal sociology approach. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. The results of the study indicate that the integration of the jujuran tradition is a form of legal interlegality in carrying out Javanese and Malay marriages. Negotiations of different traditions occur so that they produce an agreement when the Javanese and Malay tribes marry, the traditions carried out are in accordance with the place where the wedding reception is held, the integration of the jujuran tradition which is a tradition of the Malay tribe adopted by the Javanese tribe from the results of the negotiation, as well as in the honesty tradition of the Sungai Kayu Aro Village community in carrying out community marriages not only follow one legal system but there is a combination of customary law, Islamic law, and national law so that the marriage of the Sungai Kayu Aro Village community reflects the occurrence of legal interlegality.

References

Akbari Rifqi, Jujuran Dalam Adat Banjar (Kajian Etnografis Hukum Islam Dalam Perkawinan Adat Banjar, skripsi (Jakarta: UIN Syarih Hidayatullah Jakarat, 2018).

Amin Fadhilul Zuniar, Tradisi Jujuran pada Peminangan Masyarakat Banjar Di Kec. Tembilahan Hulu Kab. Indragiri Hilir Riau, skripsi (Ponorogo: IAIN Ponorogo, 2018).

Anam Khoirul, “Studi Makna Perkawinan Dalam Perspektif Hukum Indonesia (Komparasi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KHI Per) Dengan Kompilasi Hukum Islam,” Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulungagung.

Arifin Zainal, Andriyadi, Samson Fajar, “Adaptasi dan Pengaruh Budaya Hukum Di Indonesia,” Muhammadiyah Law Reviw, Vol.8, No.1, (2024).

Aristoni and Junaidi Abdullah,” 4 Dekade Hukum Perkawinan Di Indonesia: Mnelisik Problematika Hukum Dalam Perkawinan Di Era Moderisasi,” Yudisia, Vol. 7, No. 1, (2016).

Armawan, “Pemberdayaan Hukum Yang Hidup Dalam Masyarakat ( Living Law ) Sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Di Luar Pengadilan ( Transaction Out Of Judiciary ) 1,” no. 1 (2023).

Azizah Nur Auliya, Tradisi Baantaran Jujuran Adat Suku Banjar Dalam Pernikahan Dini Perspektif’ URF, skripsi (Malang: UIN Malang, 2021).

Cahayanti, Resepsi Masyarakat Suku Banjar Terhadap Surat An-Nisa Ayat 4 Pada Tradisi Jujuran Di Desa Rawa Mulia Kecamatan Babulu Kabupaten Penjam Peser Utara Provinsi Kalimantan Timur (Studi Living Qur’an), skripsi (Jember: UIN Jember, 2021).

Fikri, Dinamika Hukum Perdata Islam Di Indonesia Analisis Legalitas Hukum Perkawinan Islam Dalam Sistem Hukum Nasional, (Yokyakarta: Cv.Orbitturus Corp, 2016).

Galuh Pratiwi Winda Hayati, Yoyo Hambali, and Agus Supriyanto, “Sosialisasi Pencatatan Perkawinan Dalam Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan Di Indonesia,” Al-Ihsan: Journal of Community Development in Islamic Studies 1, no. 2 (2022).

Ghazaly Rahman Abdul, Fiqih Munakahat, (Jakarta: Pernadamedia Group, 2022), 1.

Hamadan M, Penyelesaian Sengketa Pengembalian Mahar Dan Jujuran Akibat Perceraian Qabla Dukhuli Di Kota Buntok, tesis (Palangka Raya: IAIN Palangka Raya, 2021).

Hanif Arief Hamdan and Yoni Irma Yunita, “Derajat Mahar Dalam Proses Perkawinan Tinjauan Fikih Munakahat,” Al-Mawarid Jurnal Syariah Dan Hukum (JSYH) 5, no. 1 (2023): 19–32, https://doi.org/10.20885/mawarid.vol5.iss1.art2.

Hanifah and Dkk, “Tingginya Harga Jujuran Dalam Pernikahan Di Desa Telaga Silaba Kecamatan Amunitai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara,” Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 2, no. 4 (2023): 170–80, https://publisherqu.com/index.php/pediaqu.

Hendraso Yoyok, “Pengertian Sosiologi Hukum Dan Tempatnya Dalam Sosiologi Dan Ilmu Hukum,” n.d., 4-6. https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/SOSI441603-M1.pdf

Kafi Abd, “Mahar Pernikahan Dalam Pandangan Hukum Dan Pendidikan Islam,” Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam 3, no. 1 (2020),58, https://doi.org/10.32699/paramurobi.v3i1.1436.

Kohar Abd, “Kedudukan Dan Hikmah Mahar Dalam Perkawinan,” ASAS : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 8, no. 2 (2016): 42–50, http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/asas/article/view/1245.

Maimun, “Pernikahan Dalam Kompilasi Hukum Islam,” Jurnal Al-Mizan:Jurnal Hukum Islam Dan Ekonomi Syariah, Volume,9, Nomor:1 Tahun (2022).

Maki Leo Perkasa, “Kedudukan Dan Hikmah Mahar Dalam Perkawinan,” Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 2 (2022), 144.https://doi.org/10.32332/syakhshiyyah.v2i2.6138.

Mrd Misbah, “Konsep Mahar Dalam Al-Qur’an Dan Relevansinya Dalam Masa Ke Kinian” 5 (2024).

Murdan, “Membaca Perkawinan Masyarakat Islam Sasak Dari Perspektif Interlegalitas Hukum,” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 10, no. 2 (2018), 115, https://doi.org/10.14421/ahwal.2017.10201, 3.

Muzammil Iffah, Fiqih Munakahat (Hukum Pernikahan Dalam Islam, (Tangerang: Tiara Smart, 2019).

Nabilah Maulida et al., “Interaksi Sosial Antar Etnis Jawa, Arab, Dan Banjar (Studi Multikultur Pada Masyarakat Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan),” Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) 3, no. 3 (2023).

Nagari Tapanuli, “Eksistensi ‘ Uang Jujuran ’ Pada Perkawinan Dalam Adat Tapanuli Nagari Tanjung Betung Menurut Hukum Islam,” Jurnal Integrasi Ilmu Syariah, Vol. 2, No. Nomer 1 : Januari 2021.

Napian Raniah St Dhiah, “Analisis Integrasi Data Dan Sinkronisasi Data Portal Science And Technology Index (Sinta) Dengan Pangkalan Data Scopus,” (http://edocs.ilkom.unsri.ac.id/2950/1/Integritasi%20%20St%20Dhiah%Raniah%20Napian%2009031181621011.pdf), 6.

Nur Syamsiyah, Fiqih Munakahat Hukum Perkawinan Dalam Islam, (Tasik Malaya: Hasna Pustaka, 2022).

Puspita Mega and Khairul Umami, “Interlegality of Marriage Law: Tracingthe Dynamycs of Sumbong Marriages Practices in Jambi,” Yudisia, Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam 15, no. 1 (2024): 90–110, https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Yudisia/index.

Safridayanti Kiki, Fadhilah and, Nurbaiti, ”Tradisi Upacara Perkawinan Adat Jawa Di Kota Langsa”, Jurnal Busana dan Budaya, Vol.2, No.1, (2022).

Sanawiah and Ikbal Reza Rismanto, “Jujuran Atau Mahar Pada Masyarakat Suku Banjar Di Tinjau Dari Perspiktif Pandangan Hukum Islam,” Jurnal Hadratul Madaniyah 8, no. 1 (2021): 52–63, https://doi.org/10.33084/jhm.v8i1.2442.

Sanawiah, Ikbal Reza Rismanto, “Jujuran Atau Mahar Pada Masyarakat Suku Banjar Di Tinjau Dari Perspektif Pandangan Hukum Islam,”Jurnal Hadaratul Madaniah, Volume 8 Issue I, Juni (2021), 56.

Santoso, “Hakekat Perkawinan Menurut Undang-Undang Perkawinan, Hukum Islam Dan Hukum Adat,” Jurnal YUDISIA 7, no. 2 (2016).

Septiani R. Anisya Dwi, “Widjojoko and Deni Wardana, Implementasi Progaram Literasi Membaca 15 Menit Sebelum Belajar Sebagai Upaya Dalam Meningkatkan Minat Membaca,” Jurnal Perseda:Volume V, 2, Agustus ( 2022).

Setyaningsih, Alien Gratika Nugrahaini, Buku Ajar Hukum Perkawinan, (Depok: PT Rajawali Buana Pustaka, 2021).

Soekanto Soejono, Hukum Adat Indonesia, (Jakarta: Raja Grafindo), 2003.

Sulistiani Lis Siska, Hukum Adat Di Indonesia, (Jakarta: Sinar Grafika, 2020).

Sumardi Dedy, “Islam Pluralisme Hukum dan Refleksi Masyarakat Homogen,” Jurnal Asy-Syir’ah, Vol.50, No.2, Desember, (2016).

Sunarno Ali, Anisa Dewi, Debi Rumnta, “Eksistensi Uang Jujuran Dalam Pernikahan Adat Banjar:Prespektif Tokoh Agama dan Generasi Muda,”Jurnal Muqodimah: Ilmu Sosia, Politik dan Humaniora, Vol.7, No.2, (2023).

Thomas Marc Simon, “Legal Pluralism and Interlegality in Ecuador: The La Cocha Murder Case,” 2009.

Ulum Bakhrul, Interlegality Hukum Perkawinan Masyarakat Muslim Tengger, Disertasi( Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya, 2023).

Usman A. Rani, Etnis Cina Prantauan Di Aceh, (Jakarta: Iksaka Banu, 2009).

Usman Sunyoto, Essai-Essai Sosiologi Perubahan Sosial, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015).

Downloads

Published

2025-12-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Integrasi Budaya Jawa dan Melayu dalam Praktik Jujuran Pernikahan pada Masyarakat Desa Sungai Kayu, Jambi. (2025). Jurnal Antologi Hukum, 5(2), 189-207. https://doi.org/10.21154/antologihukum.v5i2.5432