Inklusivisme Perspektif Nurcholish Madjid Dan Relevansinya Dengan Nilai Pendidikan Islam Indonesia
Keywords:
Inclusivism, Nurcholish Madjid, Indonesian Islamic educationAbstract
Kasus intoleransi di Indonesia masih terjadi dengan angka yang cukup tinggi dari tahun ke tahun. Kondisi ini sangat kontras dengan indeks kesalehan sosial yang justru menunjukkan nilai yang “sangat baik”. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketaatan dalam ritual ibadah dan sikap sosial yang ditunjukkan masyarakat. Dengan kata lain, meskipun masyarakat kita terlihat religius, sikap sosial yang ramah dan terbuka terhadap sesama masih perlu ditingkatkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku – buku karya Nurcholish Madjid. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan berupa analisis isi (content analysis). Langkah–langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu: (1) menyusun formulasi permasalahan; (2) mencari literatur yang terkait; (3) mengevaluasi data atau memilah data yang dibutuhkan; dan (4) melakukan analisis dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) inklusivisme dalam pandangan Nurcholish Madjid merupakan manifestasi dari konsep Tauhid yang menegaskan kesetaraan seluruh umat manusia di hadapan Tuhan, serta mendorong penghormatan terhadap keberagaman agama dan budaya; (2) nilai–nilai inklusivisme relevan untuk menghadapi tantangan era modern dengan menekankan pentingnya kurikulum yang terbuka terhadap pluralitas, dialog antaragama, dan keterampilan kritis; dan (3) integrasi nilai–nilai keislaman dengan wawasan kebangsaan, seperti Pancasila, dapat menciptakan generasi yang toleran, nasionalis, dan adaptif terhadap perkembangan global.

