Strategi Pengembangan Pendidikan Di Negara-Negara Asean: Studi Komperatif Malaysia, Singapura, Filiphina, Brunei Darussalam

Authors

  • Luthvi Rahmadani Suratno Putri Institut Agama Islam Negeri Ponorogo image/svg+xml
  • Mambaul Ngadhimah
  • Latifatus Zahroh

Keywords:

Education System, China;India; South Corea;, Curriculum

Abstract

Pendidikan menjadi komponen penting dalam Pembangunan suatu negara. Beberapa negara di Asia Tenggara memiliki sistem Pendidikan yang mencerminkan kompleksitas sejarah dan kebijakan negara masing-masing, termasuk dengan adanya pengaruh dari bangsa colonial yang dulu menguasai wilayah negara tersebut. Penelitian ini membahas mengenai strategi pengembangan Pendidikan di Negara-negara Asia Tenggara seperti, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam. Sistem pendidikan di Malaysia yang awalnya terfokus pada nilai-nilai agama seperti hafalan Al-Qur'an, mengalami perubahan dengan datangnya penjajahan Inggris. Penjajahan ini kemudian memicu munculnya dualisme pendidikan berupa sistem tradisional seperti pondok dan madrasah sebagai bentuk perlawanan ulama terhadap sistem pendidikan Barat. Di Singapura, yang juga berada di bawah kekuasaan Inggris pada sejarahnya, kemudian muncul tiga jenis sekolah berdasarkan etnis, yaitu Melayu, Tionghoa-Tamil, dan Bahasa Inggris, dengan bahasa Inggris menjadi alat utama dalam pengajaran. Uniknya, pendidikan Tionghoa di Singapura terhubung erat dengan nasionalisme Tiongkok. Sementara itu, Filipina dan Brunei Darussalam menjadi negara yang memggunakan pendekatan kontemporer dan menitikberatkan pada strategi yang berbeda, seperti reformasi K-12 di Filipina dan inklusivitas di Brunei Darussalam. Penelitian ini menyajikan mengenai wawasan komparatif tentang evolusi, tantangan, dan keberhasilan sistem pendidikan di kawasan ini, serta rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk mengadopsi praktik terbaik dalam pengembangan pendidikan yang berkualitas dan relevan secara sosial.

Downloads

Published

2025-12-10