Internalisasi Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Pasar Pon Ponorogo
Keywords:
Nilai-nilai, Moderasi BeragamaAbstract
Nilai moderasi beragama merupakan sesuatu sifat atau hal yang terdapat dalam diri manusia yang berkaitan dengan keagamaan yang berupa ikatan atau hubungan antara manusia dengan Tuhannya secara tidak berlebihan dalam beragama. Berangkat dari keprihatinan penulis terhadap pemahaman radikal yang saat ini banyak terjadi maka perlu adanya pendidikan atau pengajaran tentang nilai-nilai moderasi beragama. Karena moderasi beragama merupakan suatu sikap yang menentang tentang berlebihan dalam beragama dan dalam memahami ilmu agama.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan penerapan nilai tawassuth di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Pasar Pon Ponorogo. 2) mendeskripsikan penerapan nilai tawazun di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Pasar Pon Ponorogo. 3) mendeskripsikan penerapan nilai tasamuh di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Pasar Pon Ponorogo.
Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi, wawancara dan observasi. Teknik analisis datanya menggunakan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) nilai tawassuth diterapkan melalui kegiatan kajian Kitab Mukhtarul Hadist dan Kitab Bidayatul Hidayah, yang memberikan pemahaman kepada santri untuk bersikap adil serta tidak ekstrem dalam menanggapi perbedaan pandangan, baik di lingkungan internal pesantren maupun dengan masyarakat luar. 2) nilai tawazun diinternalisasikan melalui kegiatan sholat berjamaah, pembacaan Al-Qur'an, dan Muhadhoroh, yang mencakup lomba keagamaan dan umum. Hal ini mendorong keseimbangan antara penguatan iman dan takwa (IMTAQ) serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sehingga santri siap menghadapi tantangan zaman secara holistik. 3) nilai tasamuh diwujudkan dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan santri dari berbagai latar belakang, mendorong sikap saling menghargai, solidaritas sosial, dan toleransi dalam keberagaman. Secara keseluruhan, pesantren terbukti menjadi lingkungan strategis dalam internalisasi nilai-nilai moderasi beragama yang menumbuhkan karakter santri yang inklusif, toleran, dan berakhlak mulia.

