Peran Manajemen Peserta Didik dalam Optimalisasi Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka untuk Menumbuhkan Nilai-nilai Sosial Siswa di MAN 1 Ngawi
DOI:
https://doi.org/10.21154/edumanagerial.v4i2.5565Keywords:
Manajemen Peserta Didik, Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka, Nilai-nilai SosialAbstract
Kegiatan Pramuka di sekolah memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan nilai sosial peserta didik. Kegiatan Pramuka di MAN 1 Ngawi telah terlaksana secara sistematis dan berkesinambungan. Selain itu, pelaksanaan pramuka sudah dipetakan secara mendalam, baik dari segi efektivitas program, peran pembina dalam membimbing siswa, maupun fantor yang membantu dan menghambat berjalannya kegiatan tersebut. Berdasarkan kondisitersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi empat hal utama, yaitu: (1) bagaimana kegiatan Pramuka di MAN 1 Ngawi dilaksanakan; (2) nilai sosial apa saja yang diajarkan melalui kegiatan tersebut; (3) peran pembina dalam membentuk nilai sosial siswa; serta (4) faktor-faktor yang mendukung atau menghambat pelaksanaan kegiatan Pramuka di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Untuk mengumpulkan data, dilakukan observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen. Data kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahap: pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka mampu membentuk beberapa nilai sosial, seperti kerja sama, disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kemandirian, dan rasa peduli terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan, seperti latihan rutin, kegiatan bakti sosial, perkemahan, serta kegiatan kelompok. Faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan kegiatan Pramuka di antaranya adalah dukungan dari pihak sekolah, peran aktif pembina, dan lingkungan yang mendukung. Namun, masih ada beberapa hambatan, seperti jadwal belajar yang terlalu padat, menurunnya minat sebagian siswa, serta keterlibatan siswa dalam beberapa organisasi sekaligus. Secara umum, kegiatan pramuka cukup berkontribusi dalam membentuk karakter sosial siswa
References
A. Ramdhani. (2015). Manajemen Peserta Didik dalam Pendidikan. Pustaka Setia.
Anwar, S. (2020). Nilai-nilai sosial dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di sekolah menengah atas. Jurnal Civic Education, 8(3), 210–223.
Astuti, J. W. T., & Sa’adah, F. M. (2024). Peran Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Guru Di Madrasah Dan Tpa Ali Adam Coper Ponorogo. Journal Education and Government Wiyata, 2(3), 196–209. https://doi.org/10.71128/e-gov.v2i3.112
Depdiknas. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Fitri, M. (2021). Pengaruh kepramukaan terhadap penguatan profil pelajar Pancasila.
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 6(1), 45–56.
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2019). Panduan Pramuka Penegak dan Pandega. Kwartir Nasional. Indonesia. (2010). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Sekretariat Negara
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. (2018). Politeknik Kepramukaan Penegak dan Pandega. Kwartir Nasional.
Lestari, D. & Nurhayati, S. (2022). Peran kegiatan kepramukaan dalam pembentukan karakter sosial siswa sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 175– 188.
M. Muslich. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Bumi Aksara.
Muslich, M. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Bumi Aksara.
Prihantoro, H. (2017). Peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam pembentukan karakter sosial peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), 45–53.* https://doi.org/10.21831/jpk.v7i1.15523
Merah, T., & Raya, B. M. (n.d.). “ KONSEP DASAR MANAJEMEN PESERTA DIDIK .” 166–187.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya
Nana Sudjana. (2002). Manajemen Pendidikan. Sinar Baru Algensindo.
Prihantoro, H. (2017). Peran ekstrakurikuler kepramukaan dalam pembentukan karakter sosial peserta didik. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), 45–53
Rizal, M. (2019). Demokrasi dalam Pendidikan. Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2019). Menote penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Wiyani, N. A. (2013). Membangun Karakter Anak Usia Dini. Ar-Ruzz Media
