Pengelolaan Pariwisata Berbasis Komunitas di Sentono Genthong Pacitan Perspektif Maqāṣid Sharī‘ah

Authors

DOI:

https://doi.org/10.21154/jelhum.v4i1.4395

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of community-based management of Sentono Genthong Tourism, which has positively contributed to the transformation of the village from underdeveloped to advanced status, as well as creating employment opportunities in the tourism sector. However, there are emerging dynamics, such as dating activities within the religious tourism area, which raise concerns due to their contradiction with the principle of protecting lineage (if al-nasl) in maqāid sharī‘ah. This study is field research using a qualitative approach conducted at Sentono Genthong Tourism in 2023. Data were collected through interviews, observations, and documentation and validated using source, method, and time triangulation. The data analysis was conducted inductively through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings show that, in general, tourism management has fulfilled the principles of community-based tourism, although there are still shortcomings in the aspect of cross-cultural learning. Seven out of eleven principles of community-based tourism are closely aligned with maqāid sharī‘ah, particularly in the elements of protecting religion (if al-dīn), intellect (if al-ʿaql), life (if al-nafs), and wealth (if al-māl). However, the aspect of protecting lineage has not been optimally achieved. In conclusion, while tourism management has been effective and aligns with Sharia principles in several elements, there is a need to strengthen social supervision and visitor education to uphold religious values in this sacred tourism site.

References

Abdul Aziz. (2013). Etika bisnis perspektif Islam: Implementasi etika Islami untuk dunia usaha. Bandung: Alfabeta.

Amerta, I. M. S. (2019). Pengembangan pariwisata alternatif. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.

Anto, M. B. H. (2003). Pengantar ekonomika mikro Islami. Yogyakarta: Ekonosia.

Ardiansyah, I., & Iskandar, H. (2022). Analisis potensi ekowisata di Taman Wisata Alam Gunung Pancar dengan menggunakan metode analisis ADO–ODTWA. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(8), 2621–2630.

Baharudin, L., & Hartoto, S. (2016). Hubungan antara aktivitas olahraga dengan kemampuan gerak dasar siswa (Studi pada siswa kelas VI, V dan VI SD Negeri 7 Sidokumpul Gresik). Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 4(1), 236–241.

Bakri, A. J. (1996). Konsep maqashid syari’ah menurut Al-Syatibi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Bungin, H. M. B. (2015). Metodologi penelitian sosial dan ekonomi. Jakarta: Prenada Media Group.

Dayanti, P. R., & Prasetiyo, L. (2023). Peran UMKM CV Tas Rakyat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perspektif ekonomi Islam Desa Ngampel. Niqosiya: Journal of Economics and Business Research, 3(2), 340.

Herdiansyah, H. (2014). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Husna, A., & Wahyuni, S. (2023). Analisis kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan SMP Muhammadiyah 5 di Ponpes Istiqamah Samarinda dalam perspektif maqashid syariah. JESM: Jurnal Ekonomi Syariah Mulawarman, 2(1), 39.

Justita, D. (2016). Pengaruh akuntabilitas pengelolaan keuangan alokasi dana desa, kebijakan desa, dan kelembagaan desa terhadap kesejahteraan masyarakat. Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia, 10(2), 206.

Maulana, F. A., dkk. (2022). Analisis pengelolaan SDM desa tujuan objek wisata melalui community based tourism (CBT) terhadap kesejahteraan masyarakat (Studi empiris pada Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang). Prosiding Seminar Nasional Akuntansi dan Manajemen (SENAMA), 32.

Mayasuri, P., Rucianawati, & Kresna, M. (2018). Model pengembangan pariwisata berbasis komunitas di Desa Ligarmukti. Yogyakarta: PT Kanisius.

Moleong, L. J. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhaimin, A. M., & Mudzakir, J. (2005). Kawasan dan wawasan studi Islam. Jakarta: Kencana.

Presilla, M., Rucianawati, & Kresna, M. (2018). Model pengembangan pariwisata berbasis komunitas di Desa Ligarmukti. Yogyakarta: PT Kanisius.

Radar Semarang. (2021, April 19). Syekh Muhammad Al-Baqir penakluk Tanah Jawa. https://radarsemarang.jawapos.com/cahaya-ramadan/721378827/syekh-muhammad-albaqir-penakluk-tanah-jawa

Risqi, D., & Faizah, S. I. (2019). Kesejahteraan petani penggarap sawah pada penerapan akad muzara’ah dengan pendekatan maqashid syari’ah di Tulungagung. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 6(7), 1452.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sudiarta, I. M., Suharson, N., & Tripalupi, L. E. (2021). Analisis dampak perkembangan pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Business and Accounting Education Journal, 2(1), 25.

Suharsimi, A. (2002). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek (Cet. XII). Jakarta: Rineka Cipta.

Sutadji, E., Nurmalasari, R., & Nafiah, A. (2020). Dinamika pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat era 4.0. Malang: Media Nusa Creative.

UII Yogyakarta, P3EI. (n.d.). Ekonomi Islam, 43.

Downloads

Published

2025-04-13

How to Cite

Pengelolaan Pariwisata Berbasis Komunitas di Sentono Genthong Pacitan Perspektif Maqāṣid Sharī‘ah. (2025). Journal of Economics, Law, and Humanities, 4(1), 43-58. https://doi.org/10.21154/jelhum.v4i1.4395