Premarital Guidance and The Formation of Sakinah Families In the Family Psychology Perspective
DOI:
https://doi.org/10.21154/jelhum.v5i1.5729Keywords:
Family Psychology, Marriage Guidance, Office of Religious Affairs, Premarital Guidance, Sakinah FamilyAbstract
Background/Introduction: The high divorce rate in Ponorogo during 2022–2023 indicates the importance of strengthening premarital guidance programs for prospective brides and grooms. However, premarital guidance is still often perceived merely as an administrative formality, so its effectiveness in establishing sakinah families requires deeper examination. Research Objectives: This study aims to describe the practice of premarital guidance, analyze the legal effectiveness of its implementation, and identify the family psychological impacts of premarital guidance for prospective brides and grooms at the Office of Religious Affairs (KUA) of Jenangan District, Ponorogo. Methodology: This study employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model through the stages of data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. Results: The findings reveal that premarital guidance at the Jenangan KUA is conducted independently based on the Regulation of the Director General of Islamic Community Guidance Number 172 of 2022. The legal effectiveness of the program has not been fully optimal because it has not fulfilled all indicators of legal effectiveness according to Soerjono Soekanto. In addition, the psychological impact of premarital guidance on prospective couples has not yet provided a fully significant influence in realizing sakinah families. Unique Contribution: This study integrates the perspectives of family psychology and legal effectiveness in examining the practice of premarital guidance within the KUA environment. Conclusion: Premarital guidance plays an important role in establishing sakinah families, yet its implementation still needs improvement to become more effective and substantive. Recommendations: Future studies are recommended to examine the effectiveness of premarital guidance in various KUA regions using broader approaches.
References
Ahmad Saebani, B. (2017). Fiqh Munakahat (Cet. 2). Bandung: Pustaka Setia.
Arifin, H. M. (1997). Pokok-Pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama di Sekolah dan Luar Sekolah. Jakarta: Bulan Bintang.
Chadijah, S. (2018). Karakteristik Keluarga Sakinah dalam Islam. Rausyan Fikr, 14(1), 117–126.
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2024). Diakses dari Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia
Fauzi, M. (2018). Diktat Psikologi Keluarga. Tangerang: PSP Nusantara Press.
Hadianti Azhari, N., Sardin, & Hasanah, V. R. (2020). Efektivitas Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan Pranikah Calon Pengantin dalam Meningkatkan Kesiapan Menikah. Indonesian Journal of Adult and Community Education, 2(2), 19–24.
Jufri. (2021). Efektivitas Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin dalam Membangun Rumah Tangga Sakinah di KUA Kec. Maritengngae Kab. Sidrap (Tesis Magister). IAIN Parepare.
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Semarang: Toha Putra.
Kementerian Agama RI, Dirjen Bimas Islam. (2017). Fondasi Keluarga Sakinah: Bacaan Mandiri Calon Pengantin. Jakarta: Subdit Bina Keluarga Sakinah Kemenag RI.
KBBI Daring. (2024). Diakses dari KBBI Daring
Lutfi, M., & Rifai, M. (2018). Bimwin adalah strategi komunikasi Bimas Islam Kabupaten Ponorogo dalam mencegah perceraian. Jurnal Komunikasi Unida Gontor, 12(2), 87–96.
Musyafa’ah, N. L., Rahman, M. L., Bachtiar, N. I. Y., Alfarisi, A., Susanti, A., & Khuluq, L. (2021). Efektivitas Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan di KUA Gedangan Sidoarjo. Journal of Islamic Family Law, 5(2), 83–99.
Musyarofi, M. (2025). Peran Bimbingan Perkawinan dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Dalam Perspektif Maslahah Mursalah (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).
Nuroniyah, W. (2023). Psikologi Keluarga. Depok: Zenius Publisher.
Peraturan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Nomor 172 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin.
Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jakarta: Sekretariat Negara.
Soekanto, S. (2016). Beberapa permasalahan hukum dalam Kerangka Pembangunan di Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia.
Soekanto, S. (2017). Pokok-Pokok Sosiologi Hukum di Indonesia (Cet. 1). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sundani, F. L. (2018). Layanan Bimbingan Pra Nikah dalam Membentuk Kesiapan Mental Calon Pengantin. Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam, 6(2), 165–184.
Syahrudin. (2024). Rekonstruksi pada proses bimbingan perkawinan bagi calon pengantin dan pelaksanaannya di Provinsi Riau dalam perspektif Maqashidun Nikah (Disertasi doktor). Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Zaenuri. (2024). Bimbingan Pranikah. Juni 2024.



