Analisis Keterampilan Proses Sains pada Materi Usaha dan Energi melalui Pembelajaran Inkuiri

Authors

  • Nasri Diana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hilal, Aceh

DOI:

https://doi.org/10.21154/jtii.v5i1.3021

Keywords:

Hasil belajar siswa, Inkuiri, Keterampilan proses sains, Usaha dan energi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan keterampilan proses sains siswa dan hasil belajar pada materi usaha dan energi setelah siswa belajar melalui pembelajaran inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah ekperimen dengan desain pretest-posttes one group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas kelas X SMA Negeri 1 Banda Aceh,. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling yaitu kelas X-MIPA 3. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest untuk penguasaan konsep dan keterampilan proses sains, dan lembar observasi untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran. Pengolahan data dilakukan dengan uji t diperoleh persentase nilai rata-rata tes awal 60,33%. Selanjutnya persentase nilai rata-rata tes akhir 82,33%. Rata-rata persentase gain yang dinormalisasi secara individu siswa termasuk kategori tinggi sebanyak 6 orang (20%), kategori sedang sebanyak 14 orang (46,70%) dan gain rendah 10 orang (33,33%). Untuk gain yang dinormalisasi diperoleh thitung = 5,402 dengan signifikansi p = 0,000, karena signifikansi < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan konsep usaha dan energi. Untuk skor tes akhir diperoleh thitung = 4,160 dengan signifikansi p = 0,000, karena signifikansi < 0,005, maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penguasaan konsep usaha dan energi. Untuk gain yang dinormalisasi diperoleh thitung = 10.317 dengan signfikansi p = 0,547, karena signifikansi < 0,05. Implikasi praktis dari pembelajaran inkuiri mencakup peningkatan kemandirian belajar, hasil belajar yang lebih baik dan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pembelajaran inkuiri dalam keterampilan proses sains siswa kelas X di SMA Negeri 1 Banda Aceh pada materi usaha dan energi.

References

Anderson, L. W., Krathwohl, D. R., Airasian, P. W., Cruikshank, K. A., Mayer, R. E., Pintrich, P. R., et al. (2011). Taxonomy for Learning, teaching, and Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York : Longman

Amri, S dan Ahmadi, I.K. (2010). Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas. Jakarta: Prestasi Pustakaraya.

Arifin, Z. (2011). Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. (1999). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. ed. Rev. IV. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2005). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Rineka Cipta

Budhi Akbar. (2007). Inkuiri. Makalah/bahan kuliah tidak dipublikasikan. Bandung: SPsUPI.

Bueche, F.J. (1989). Teori dan Soal-Soal Fisika Edisi Kedelapan. Jakarta : Erlangga

Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals. New York : McKay

Bonnstetter, R.J. (1998). Inquiry : Learning From Past With An Eye On The Future. Electronic Journal of Science Education, 3(1):2-3

Dale H. Schunk, Paul R. Pintrich, Judith L. Meece. (2010). Motivation in Education : Theory, Research and Applications, Third Edition. New Jersey : Pearson Prentice Hall.

Dahar, RW. (1996). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Erlangga.

Darwis, R. (2015). Pembelajaran Berbasis Inkuiri Dengan Aktivitas Laboratorium Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Siswa SMP. Simposium Nasional dan Pembelajran Sains 2015 (SNIPS 2015). Prosiding. 8-9 Juni 2015. ISBN 978-602-19655-8-0. Bandung.

Dimyati. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Djaali dan Pudji, M. (2008). Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo.

Durmaz, H. (2016). The Effect Of An Instructional Intervention On Elementary Students' Science Process Skills. Asia-Pacific Forum on Science Learning and Teaching, 17(2):1–29.

Fadiawati, Noor. (2006). Inkuiri. Makalah/bahan kuliah tidak dipublikasikan. Bandung: SPs UPI.

Foster, B. (2011). Terpadu Fisika SMA/MA Jilid 2A untuk Kelas XI Semester I. Jakarta : Erlangga

Germann, Paul J. (1991). Developing Science Process Skills Through Directed Inquiry. The American Biology Teacher,53(4):243-247.

Gulo, W. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Gramedia Widiasarana.

Grumbine, R. (2010). Using Data-Collection Activities To Enrich Science Courses. The American Biology Teacher, 72(6):369-372.

Hamalik, O. (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Hamalik, O. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamalik, O -. (2010). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Indrajit, D. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Fisika : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Kemendikbud. (2018). Silabus Mata Pelajaran Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Khan, M dan Iqbal, M.Z. (2011). Effect Of Inquiry Lab Teaching Method On The Development Of Scientific Skilss Through The Teaching Of Biology in Pakistan. Languange in India, 1:169-178 ISSN 1930-2940.

Maradona. (2013). Analisis Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI IPA SMA Islam Samarinda Pada Pokok Bahasan Hidrolisis Melalui Metode Eksperimen. Seminar Nasional Kimia 2013. 62-70.

Meltzer. (2002). The Relationship Between Mathemathics Preparation And Conceptual Learning Gains In Physics: A Possible “Hidden Variable” In Diagnostic Pretest Scores. American Association of Physics Teachers, 70(12):1269-1268

Muslim. (2011). Implementasi Inovasi Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Untuk Menumbuhkembangkan Keterampilan Proses Sains Dan Sikap Ilmiah Siswa Melalui Kegiatan Lesson Study. Jurnal Pengajaran MIPA, 16(2):99-108.

Moedjiono. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

National Research Council. 1996. National Science Education Standards. Washington DC : National Academy Press

Orlich, D. (1998). Teaching strategies: A Guided to Better Instruction. Boston. New york: Houghton Miflin Company.

Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Rahmasiwi, Amining, and Slamet S. D. P. Sari. "Improving Student's Science Proces Skill in Biology Through the Inquiry Learning Model in Grade XI MIA 9 (ICT) SMA Negeri 1 Karanganyar Academic Year 2014/2015." Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi FKIP UNS 2015, Surakarta, Indonesia, November 2015. Sebelas Maret University, 2015.

Ratnasari, D, Sukarmin, dan Suparmi. (2017). Analisis Implementasi Instrumen Two Tier Multiple Choice Untuk Mengukur Keterampilan Proses Sains. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan,2(2):166-179.

Riduwan dan Sunarto. (2014). Pengantar Statistikauntuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Rosadi, Iwan. (2006). Penggunaan Multimedia pada Pembelajaran Konsep Reaksi Oksidasi Reduksi dengan Model Inkuiri untuk meningkatkan Kompetensi Siswa. Tesis. Bandung : PPs UPI.

Rustaman, N. Dirdjosoemarto, S. Yudianto, S.A., Achmad Y., Subekti, R., Rochintaniawati, D., dan Nurjhani, M (2003). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.

Rustaman, N. Dirdjosoemarto, S. Yudianto, S.A., Achmad Y., Subekti, R., Rochintaniawati, D., dan Nurjhani, M. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang : UM Press.

Rustaman, N. Dirdjosoemarto, S. Yudianto, S.A., Achmad Y., Subekti, R., Rochintaniawati, D., dan Nurjhani, M. (2005). Perkembangan Penelitian Pembelajaran Berbasis Inkuiri Dalam Pendidikan Sains. Makalah Dipresentasikan dalam Semnas II Himpunan Ikatan Sarjana Dan Pemerhati Pendidikan IPA Indonesia. FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung, 22-23 Juli 2005

Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan Jakarta: Kencana Group.

Sesen, B & Tarhan, L. (2013). Inquiry-Based Laboratory Activities In Electrochemistry: High School Students’ Achievements And Attitudes. Research in Science Education, 43(1):413-435.

Siswanto dan Sukaryadi. (2009). Kompetensi Fisika : untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Slameto. (1993). Proses Belajar Mengajar dalam Proses Kridit Semester. Jakarta : Bumi Aksara.

Sudjana. (2008). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sudjana. (2010). Dasar-dasar Proses Belajar. Bandung: Sinar Baru

Sukardi. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara

Sulistina, O, Dasna, I.W, dan Iskandar, S.M. (2010). Penggunaan Metode Pembelajaran Inkuiri Terbuka Dan Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Laboratorium Malang Kelas X. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP),17(1):82-87.

Suhartono. (2013). Pengembangan RPP Berbasis Inkuiri Dengan Penerapan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran Fisika. Edusains, 1(2)

Susilawati dan Nyoma Sridana. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa. Jurnal Tadris IPA Biologi FITK IAIN Mataram, 8(1):27-36.

Suyanti, D.R. (2010). Strategi Pembelajaran Kimia, Edisi Pertama, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suyanto, Eko. (2009). Pengembangan Contoh Lembar Kerja Fisika Siswa Dengan Latar Penuntasan Bekal Awal Ajar Tugas Studi Pustaka Dan Keterampilan Proses untuk SMA Negeri 3 Bandar Lampung. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Unila. 24 Januari 2009. Bandar Lampung.

Syamsuddin & Damayanti,. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Trianto. (2011). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta : Bumi aksara

Trowbridge, L.W. & Bybee, R.W. (1990). Becoming A Secondary School Science Teacher. Melbourne : Merill Publishing Company

Usman, H., dan Purnomo, S.A. (2008). Pengantar Statistika. Yogyakarta. Bumi aksara.

Widya wati dan Novianti. (2016). Pengembangan Rubrik Asesmen Keterampilan Proses Sains Pada Pembelajaran IPA SMP. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 5(1):131-140

Winanto, A., Darma Makahube. (2016). Implementasi Strategi Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 SD Negeri Kutowinangun 11 Kota Salatiga. Scholaria, 6(2):119-138.

Winaputra, U.S. (1992). Strategi belajar Mengajar IPA. Jakarta : Depdikbud.

Wegasanti, Novin. (2017). Keterampilan Proses Sains Siswa dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi IPA SMP. Pensa: Jurnal Pendidikan Sains, 5(3) : 376-380

Zahrotin, Anis, et al. (2021). Keefektifan Model Inkuiri Terbimbing untuk Melatih Keterampilan Proses Sains Siswa SMA. Jurnal Jendela Pendidikan, 1(2) : 43-47

Downloads

Published

2025-03-31

Issue

Section

Articles