Strategi Komunikasi Preventif Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) dalam Menolak Kekerasan dan Bullying di Lingkungan Pesantren melalui Gerakan Literasi Digital
DOI:
https://doi.org/10.21154/z0ayzb36Keywords:
Strategi Komunikasi, Komunikasi Preventif, AIS Nusantara, Literasi Digital, PesantrenAbstract
Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Preventif yang disusun oleh AIS Nusantara dalam menolak kekerasan dan bullying di lingkungan pesantren, serta bagaimana strategi tersebut diimplementasikan melalui gerakan literasi digital. Latar belakang penelitian berangkat dari maraknya kasus kekerasan dan bullying di lingkungan pesantren yang menimbulkan kekhawatiran orang tua, stigma negatif masyarakat, dan melemahkan citra pesantren sebagai lembaga pendidikan karakter. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data berupa dokumentasi aktivitas AIS Nusantara di media sosial, wawancara dengan pengurus AIS Nusantara, serta telaah pustaka terkait teori komunikasi Preventif, literasi digital, dan bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AIS Nusantara menerapkan strategi komunikasi Preventif dalam bentuk kampanye digital yang tegas seperti #SantriAntiBullying dan #KamiMenolakKekerasanDiPesantren, pembentukan SATGAS SARUNGAN, serta kolaborasi dengan pengasuh pesantren dan Kementerian Agama. Implementasi strategi dilakukan melalui gerakan literasi digital berupa seminar, roadshow pesantren, webinar, serta produksi konten edukatif di media sosial. Faktor pendukung strategi ini antara lain dukungan kyai dan santri, akses media digital, serta semangat santri muda dalam berdakwah. Sedangkan faktor penghambat meliputi resistensi sebagian pondok-pesantren terhadap isu kekerasan, keterbatasan literasi digital, stigma negatif masyarakat, dan maraknya hoaks. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa AIS Nusantara berhasil memadukan komunikasi Preventif (kontrol sosial) dengan literasi digital (edukatif dan persuasif) untuk menciptakan pesantren yang aman, damai, dan adaptif terhadap era digital. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian komunikasi dan dakwah digital, serta manfaat praktis bagi pesantren, santri, masyarakat, dan orang tua dalam membangun ekosistem pendidikan yang bebas dari tindak kekerasan dan bullying.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ali Makhrus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
