Praktik Alih Kode dan Campur Kode dalam Komunikasi Pendatang Sunda di Desa Kepuhrubuh

Authors

  • Daffa Nabil Mubarak UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Mukhamad Miftakhudin Wildani UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Keywords:

alih kode, campur kode, sosiolinguistik, adaptasi bahasa, komunitas pedesaan

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik alih kode (code mixing) dan campur kode (code mixing) yang dilakukan oleh Bu Samroh, seorang pendatang asal Sunda yang menetap di Desa Kepuhrubuh, Ponorogo. Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan beradaptasi dengan lingkungan berbahasa Jawa sekaligus mempertahankan identitas kebahasaan asal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis secara interpretatif dengan mengidentifikasi bentuk alih kode dan campur kode, konteks penggunaannya, serta fungsi komunikatif yang menyertainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bu Samroh menggunakan alih kode inter-sentensial, intra-sentensial, serta campur kode leksikal dan internasional untuk menyesuaikan bahasa dengan topik percakapan, konteks sosial, dan norma kesopanan. Strategi ini tidak hanya memfasilitasi komunikasi yang efektif, tetapi juga menjadi sarana negosiasi identitas, integrasi sosial, dan ekspresi kepribadian dalam masyarakat multibahasa. Temuan ini memberikan implikasi bagi pemahaman sosiolinguistik tentang dinamika komunikasi pendatang di komunitas pedesaan serta strategi adaptasi bahasa yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan, sosial, dan budaya.

Downloads

Published

2026-04-10

How to Cite

Praktik Alih Kode dan Campur Kode dalam Komunikasi Pendatang Sunda di Desa Kepuhrubuh. (2026). Nirmala Basa: Jurnal Bahasa, Sastra, Pembelajaran, Dan Pengajaran, 1(1), 22-34. https://ejournal.uinponorogo.ac.id/index.php/nirmalabasa/article/view/5690